
BANDUNG | Volixbandung.com – Kota Bandung masih kekurangan 30.042 titik Penerangan Jalan Umum (PJU). Dari total kebutuhan 97.476 titik, baru 67.434 titik yang telah terpenuhi hingga saat ini.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga berdasarkan hasil kesimpulan pembahasan PJU.
Rendiana Awangga menyebut kekurangan penerangan ini bukan persoalan baru, melainkan terakumulasi selama bertahun-tahun, karena itu penyelesaiannya membutuhkan konsistensi lintas periode pemerintahan.
“Pemenuhannya tidak bisa sekaligus. Biayanya berkisar Rp8 juta sampai Rp44 juta per titik, APBD tahun berjalan juga harus membiayai pendidikan, kesehatan, sampah, jalan, drainase dan layanan dasar lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, meski masih defisit, pembangunan PJU tetap berjalan. Pada 2025 telah dibangun 501 tiang PJU, 4.244 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), 120 titik Penerangan Jalan Gang (PJG), dan 1 unit highmast.
Untuk 2026, target pembangunan ditingkatkan menjadi 1.080 tiang PJU, 3.840 titik PJL, 159 titik PJG, dan 1 unit highmast.
Pihaknya juga juga menyoroti pembagian kewenangan jalan, untuk jalan nasional seperti Soekarno-Hatta, pembangunan PJU harus melalui koordinasi dan perizinan dengan pemerintah pusat.
Dalam konteks tersebut Rendiana Awangga menyebutkan bahwa, DPRD mendorong agar target PJU tidak hanya sebatas pemasangan tiang, pengawasan harus ditingkatkan melalui sistem meterisasi dan pembayaran berbasis kinerja.
“Ukuran keberhasilan bukan berapa banyak tiang yang berdiri, tapi berapa banyak lampu yang benar-benar menyala dan memberikan rasa aman kepada warga,” tegas Rendiana Awangga.**





















Tidak ada Respon