
BANDUNG|volixbandung.com – Lima pemain muda berbakat PERSIB U18 mendapat panggilan istimewa untuk mengikuti program pembentukan tim Elite Pro Academy (EPA) Selection. Mereka diproyeksikan tampil di K League Asian Youth Championship Jeju 2026 yang akan berlangsung di Korea Selatan pada 1-7 September 2026.
Kelima pemain tersebut akan menjalani pemusatan latihan intensif pada 24-31 Agustus 2026 di Persija Training Ground, Sawangan, Depok. Program ini dihelat operator kompetisi sebagai jembatan bagi talenta-talenta terbaik EPA untuk unjuk gigi di panggung Asia.
Pembentukan tim EPA Selection tertuang dalam surat resmi I League bernomor 644/LI-KOM/VII-2027 yang diteken Direktur Kompetisi I League, Asep Saputra. Adapun lima wakil PERSIB U18 yang terpilih adalah:
· Chesta Ardiona (bek kanan)
· Abdul Galih Rahdatul Aisy R (gelandang bertahan)
· Supriyatna (gelandang serang)
· Yohanes Dimas Gandrung (gelandang serang)
· Kaindra Nabil Purnama Ali (penyerang)
Nama Kaindra Nabil jadi Sorotan
Nama Kaindra Nabil menjadi sorotan setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik EPA Super League musim lalu.
Pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan, menyambut positif program ini. Ia menilai ajang tersebut krusial untuk mengasah potensi pemain muda sekaligus menjadi barometer kualitas kompetisi EPA di level Asia.
“Ini program lanjutan I League sebagai operator EPA, memilih pemain-pemain terbaik untuk berlaga di K League Asian Youth Competition Jeju 2026,” ujar Tito.
Lebih lanjut, Tito menekankan partisipasi EPA Selection di Jeju akan menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan usia muda Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia lain. “Korea dengan K League-nya adalah salah satu kiblat sepak bola modern Asia, bahkan dunia,” tambahnya.
Meski musim baru EPA 2026/2027 belum dimulai, para pemain tetap menjaga kebugaran lewat latihan rutin. Mulai awal Agustus ini, kelima pemain telah bergabung dengan tim Youth Development PERSIB sebagai persiapan tampil di EPA Super League U20 musim 2026/2027.
Tito berharap pengalaman berharga di Jeju tidak hanya menjadi milik kelima pemain, tetapi juga menular ke rekan-rekan setimnya. “Saya harap mereka bisa belajar dan bersaing positif di sana, lalu membawa pulang ilmu untuk dibagikan ke pemain lain di tim,” pungkasnya.
























Tidak ada Respon