
BANDUNG | Volixbandung com – Kepolisian Daerah Jawa Barat bareng Universitas Langlang Buana (Unla) resmi luncurin Pusat Studi Ilmu Kepolisian. Tujuannya jelas: jadi ruang akademik buat ngulik problem sosial dan keamanan yang makin rumit di Jabar. Rabu 10 Juni 2026.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan ngaku, kerjaan kepolisian sekarang udah nggak bisa ditangani sepihak. Masalah lalu lintas semrawut, kesenjangan sosial, kemiskinan, konflik antarwarga, sampe aksi anarkisme, semua numpuk.
“Kami sangat merindukan bantuan dari pihak lain karena Polda Jabar merasa tidak bisa menjalankan tugasnya sendiri tanpa ada masukan dari berbagai pihak. Salah satu yang saya andalkan adalah masukan secara ilmiah melalui kajian-kajian akademik,” ujar Rudi.
Makanya Polda Jabar gandeng Unla. Alasannya simpel, kampus ini punya kredibilitas akademik dan prodi yang pas buat ngkaji isu sosial dan hukum. Nantinya hasil riset dari akademisi bakal jadi bahan utama Polda Jabar buat ngerumusin kebijakan kamtibmas.
“Ending-nya nanti adalah adanya rekomendasi dan masukan kepada kami untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan kamtibmas di lingkungan Jawa Barat,” tegasnya.
Pas peluncuran, Pusat Studi langsung gerak. Mereka gelar FGD ngebahas fenomena anarkisme buat nyelesain masalah sosial di Jabar.
Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian Unla Dr. Ahmad Johan bilang, pusat studi ini jadi wadah kolaborasi strategis antara polisi dan kampus buat ngembangin ilmu. Garapannya nggak cuma penelitian, tapi juga pengabdian ke masyarakat soal isu kepolisian dan kamtibmas.
“Harapannya menjadi salah satu sumber referensi bagi para akademisi yang menggali isu-isu kepolisian dan hukum, juga bagi para praktisi yang nantinya terlibat dalam berbagai forum diskusi yang menghasilkan rekomendasi kebijakan,” kata Ahmad Johan.
Saat ini Pusat Studi Ilmu Kepolisian masih jadi unit kerja langsung di bawah Rektor Unla dan bakal bersinergi sama Kapolda Jabar. Menurut Ahmad Johan, ini bentuk komitmen Unla buat ngasih dampak nyata lewat riset yang aplikatif.
“Dengan hadirnya Pusat Studi Ilmu Kepolisian, diharapkan lahir berbagai rekomendasi akademik yang dapat menjadi rujukan bagi kepolisian dalam menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang di Jawa Barat,” tukasnya.

























Tidak ada Respon