Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
33

Desk Layanan Terpadu SPMB Bandung Dibuka, Disdik: Jangan Percaya Calo

33 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan membuka Desk Layanan Terpadu Terintegrasi Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2026/2027. Layanan ini dihadirkan untuk memotong birokrasi dan mempermudah masyarakat menghadapi kendala administrasi pendaftaran sekolah.

Layanan satu pintu tersebut menjadi kanal utama penyelesaian berbagai persoalan dokumen yang kerap menghambat calon peserta didik dan orang tua.

IMG_20260901_185242

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto menjelaskan, alur SPMB tahun ini tetap melalui lima tahapan: pendataan, pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang. Saat ini proses telah memasuki pendaftaran tahap pertama pada 8-12 Juni 2026.

“Pada tahap ini, pendaftaran dibuka untuk jalur afirmasi bagi keluarga tidak mampu dan jalur prestasi. Yang paling penting, masyarakat harus sudah mengikuti tahap pendataan dan mengunggah seluruh persyaratan,” ujar Edy saat ditemui di Desk Layanan SPMB Terpadu Terintegrasi, Senin 8 Juni 2026.

Dokumen wajib yang harus dipenuhi antara lain Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan KTP orang tua. Namun Edy mengakui, persoalan dokumen masih menjadi kendala mayoritas warga.

Untuk mengurai masalah itu, Disdik menggandeng Disdukcapil dan Dinas Sosial. Melalui skema kolaborasi ini, segala urusan kependudukan dan data sosial dapat diselesaikan langsung di satu titik.

“Misalnya KK rusak atau perlu diperbarui, akta kelahiran belum dibuat, atau ada perubahan data keluarga, bisa langsung ke meja Disdukcapil. Begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan verifikasi data bantuan sosial, bisa langsung dilayani oleh Dinas Sosial,” jelasnya.

Selain urusan administrasi, Disdik juga menyiapkan pendampingan teknis. Petugas melayani konsultasi pemilihan sekolah, penjelasan jalur masuk, hingga strategi seleksi sesuai kondisi masing-masing calon siswa.

Edy menyebut keluhan terbanyak saat ini masih seputar pendataan. “Keluhan paling banyak terkait dengan proses pendataan, tidak bisa login karena data kependudukan belum sinkron, sisanya konsultasi,” ungkapnya.

Desk Layanan Terpadu telah beroperasi sejak masa pendataan 11 Mei 2026 dan akan melayani hingga 28 Juni 2026, bertepatan dengan selesainya seluruh tahapan pendaftaran dan masuk masa seleksi.

Di luar layanan tatap muka, masyarakat juga dapat mengakses informasi dan pengaduan 24 jam melalui laman resmi SPMB Kota Bandung yang dilengkapi chatbot dan kanal aduan.

Edy mengingatkan warga agar tidak terjerat praktik percaloan. “Jangan percaya kepada calo SPMB. Semua proses dilakukan secara transparan dan berbasis sistem. Lengkapi syarat, pahami jalur, dan pilih peluang yang paling besar,” tegasnya.

Ia juga meminta orang tua tidak terburu-buru mendaftar di hari pertama. Pemantauan peluang melalui sistem, terutama untuk jalur prestasi dan domisili, dinilai lebih strategis.

Untuk jenjang SD, Edy meluruskan kesalahpahaman yang masih beredar. “Khusus untuk jenjang sekolah dasar, faktor usia menjadi penentu utama dalam seleksi, bukan jarak tempat tinggal seperti yang masih sering disalahpahami masyarakat,” katanya.

Edy menutup dengan ajakan tegas. “Silakan datang langsung ke Desk Layanan Terpadu SPMB. Kami siap melayani hingga tuntas. Prinsipnya, tidak boleh ada anak usia sekolah di Kota Bandung yang tidak mendapatkan akses pendidikan,” pungkasnya.**

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2