Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
22

Kemarau Tapi Banjir, Pemkot Bandung Evaluasi Tali Air

22 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Meski masih musim kemarau, hujan sesekali mengguyur Kota Bandung bahkan menimbulkan genangan di sejumlah titik. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandung menyatakan akan melakukan evaluasi, terutama untuk perbaikan tali air.

“Kelihatannya genangan memang ada di beberapa titik, tapi masih bisa kita tangani. Maka, berdasarkan hujan selama dua hari ini, kami akan lakukan titik-titik evaluasi, khususnya untuk perbaikan tali air,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Minggu (20/9/2026).

IMG_20260901_185242

Ia mengaku bersyukur trotoar di kawasan Cicadas telah selesai diperbaiki sehingga tidak lagi ditemukan genangan di wilayah itu. “Yang masih menantang itu di daerah perbatasan, terutama daerah perbatasan timur dan perbatasan barat, Cimindi, Cibaduyut, dan Derwati,” ujarnya.

Farhan menyampaikan, perbaikan trotoar memang masih tersisa di beberapa ruas jalan. Namun, ia menargetkan pada akhir November mendatang pengerjaannya sudah rampung, minimal di 17 area wisata yang menjadi fokus penataan Pemkot Bandung.

Perbaikan trotoar tersebut, jelasnya, dilakukan secara menyeluruh termasuk penerangan dan saluran drainasenya. “Semuanya, drainasenya juga, itu sebabnya memang ada beberapa titik yang memaksa kita untuk menertibkan bangunan dan PKL (pedagang kaki lima),” ujarnya.

Farhan mengatakan, penanganan banjir di Kota Bandung juga dilakukan melalui pembangunan pompa air. Namun, ia menyebut penyedotan air merupakan opsi terakhir untuk penanganan jangka pendek, sehingga perlu dipikirkan pula tingkat elevasi untuk jalur air.

“Kita mesti memikirkan elevasi, mengubah elevasi. Sebetulnya membangun rumah pompa itu, syarat teknis untuk rekayasanya atau technical engineering-nya itu sangat berat, tidak semudah itu dan mahal, maka buat saya itu pilihan terakhir,” kata Farhan

Farhan menyatakan, Pemkot Bandung juga akan melakukan rekayasa aliran air agar tidak menyempit dan tetap lebar, seperti yang dilakukan di Jalan Pungkur. Menurutnya, kirmir lama yang roboh di Jalan Pungkur terjadi karena ada penyempitan saluran air akibat pendirian bangunan.

“Di Jalan Pungkur yang kemarin roboh itu, minggu lalu kan terjadi longsor, itu kirmir lama, dibangunlah kirmir baru, sehingga orang bikin bangunan lagi di atasnya. Nah, kirmir baru ini lemah, pasti ini roboh, maka pemerintah tidak akan membangun kirmir baru lagi,” katanya.

Farhan pun meminta masyarakat yang melanggar ketentuan terkait bangunan kirmir agar memotong bangunannya. Pasalnya, hal itu berisiko membuat kekuatan kirmir berkurang, sehingga berpotensi mengakibatkan longsor.

Ditanya soal perbaikan infrastruktur di wilayah pusat-pusat perekonomian, Farhan menyatakan akan dilakukan tahun depan, sesuai kesepakatan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyebut perbaikan infrastruktur juga dilakukan pada proyek Bus Rapid Transit (BRT).

“Kita sudah coba kan di Astanaanyar sampai Panjunan, lumayan berhasil, kita akan coba terapkan di wilayah-wilayah lain yang lebih berat. Namun, khusus untuk Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, dan Otista, itu akan dilaksanakan oleh BRT,” katanya.**

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031