
JEPANG | Volixbandung.com – Atlet teqball Indonesia Sumaya menambah perolehan medali Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perak nomor tunggal putri di Nagoya City Higaschi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu.
Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin di laga final yang berlangsung ketat hingga set penentuan dengan skor 12-10, 8-12, 9-12.
“Alhamdulillah, tetap disyukuri. Buat seluruh pendukung di Indonesia saya belum bisa memberikan emas,” ujar Sumaya.
Di set pertama, Sumaya sempat menguasai jalannya pertandingan dan memimpin 5-1. Namun, Wai Khin Hnin perlahan mengejar hingga skor imbang 8-8.
Sumaya kembali merebut momentum usai memanfaatkan kesalahan lawan untuk unggul 10-8. Laga kemudian semakin ketat ketika atlet Myanmar menyamakan kedudukan menjadi 10-10.
Dukungan penonton dan atmosfer pertandingan yang memanas membuat persaingan kedua pemain berlangsung sengit. Sumaya akhirnya mengamankan set pertama 12-10 lewat penempatan bola yang akurat.
Memasuki set kedua, Sumaya justru tertinggal sejak awal setelah beberapa kesalahan membuat Myanmar unggul 3-0.
Sumaya sempat memperkecil jarak lewat kegagalan lawan mengembalikan bola, tetapi Wai Khin Hnin mampu mempertahankan keunggulan hingga 7-4.
Sumaya kemudian bangkit melalui reli panjang dan servis ace untuk menipiskan selisih menjadi 6-7. Serangan berikutnya membuat skor kembali ketat 7-8 dan Myanmar meminta time-out.
Setelah itu, Myanmar kembali menjauh 11-7. Sumaya hanya mampu menambah satu angka sebelum Wai Khin Hnin menutup set kedua dengan kemenangan 12-8 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pada set penentuan, kedua pemain kembali terlibat duel sengit. Myanmar membuka keunggulan sebelum Sumaya membalas lewat serangan yang gagal dikembalikan lawan.
Sumaya sempat memimpin 4-1, namun Myanmar mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan berbalik unggul 6-4.
Sumaya terus memberi perlawanan dan lewat reli panjang berhasil menyamakan skor 6-6. Permainan dengan penempatan bola yang baik kemudian membawa Indonesia unggul 7-6.
Myanmar kembali menyamakan kedudukan 7-7 dan berbalik memimpin 8-7. Persaingan kian ketat ketika kedua pemain saling kejar angka hingga kedudukan 10-9.
Namun, Sumaya tak mampu mempertahankan momentum. Myanmar akhirnya mengamankan set penentuan dengan skor 12-9 untuk memastikan kemenangan sekaligus meraih medali emas.
“Saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Untuk next-nya, saya akan berlatih lebih keras lagi, akan banyak event-event,” ujar Sumaya.
“Tetap bangga sama diri sendiri.”






















Tidak ada Respon