
WONSAN|volixbandung.com — Korea Utara resmi mengoperasikan kapal perusak terbarunya, Kang Kon, sebuah kapal perang berbobot 5.000 ton yang dirancang khusus sebagai bagian dari sistem respons nuklir negara tersebut.
Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan bahwa armada baru ini memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan balasan yang memusnahkan terhadap pihak mana pun yang mengancam kedaulatan negaranya.
Peresmian operasional Kang Kon digelar di Pelabuhan Wonsan, pesisir timur Semenanjung Korea. Dalam acara tersebut, Kim Jong Un hadir didampingi oleh putrinya, Kim Ju Ae. Pengerahan kapal perusak ini ke perairan timur disebut sebagai pesan terbuka dan sinyal tegas bagi negara-negara yang dianggap memusuhi Korea Utara.
Misi Strategis dan Modernisasi Angkatan Laut
Kang Kon merupakan kapal perang kedua dari kelas 5.000 ton yang diluncurkan Pyongyang dalam kurun waktu berdekatan. Sekitar tiga bulan sebelumnya, Korea Utara telah meresmikan kapal perusak bersaudara, Choe Hyon, di wilayah pantai barat.
Menurut laporan media resmi Korean Central News Agency (KCNA), pengerahan seri kapal perusak ini menandai lompatan signifikan dalam modernisasi kekuatan maritim Korea Utara.
Fakta Kunci Armada Perang ‘Kang Kon’:
Bobot Militer:Kelas 5.000 ton.
Peran Strategis: Bagian dari sistem pencegahan dan respons nuklir Angkatan Laut Korea Utara.
Wilayah Operasi: Perairan timur Semenanjung Korea.
Pendamping Armada: Kapal perusak Choe Hyon (di pantai barat).
Meskipun KCNA belum mengonfirmasi secara rinci jenis amunisi spesifik atau apakah hulu ledak nuklir telah terpasang secara permanen di atas kapal, Kim Jong Un memastikan bahwa kapasitas persenjataan nuklir angkatan lautnya akan terus diperluas.
Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan penuh atas kedaulatan maritim dan stabilitas keamanan di wilayah perairan vital Korea Utara.























Tidak ada Respon