
BANDUNG | Volixbandung.com – Ada yang berubah di Bandung pagi ini. Bukan hanya langit yang sedikit kelabu, tapi juga cara orang bernafas.
Abu tipis Anak Krakatau sudah sampai. Dan tiba-tiba, masker yang kemarin tergeletak di laci menjadi barang paling dicari.
Dasar resminya jelas, bukan imbauan kosong:
1. Surat Edaran Kementerian Kesehatan No. KL.01.02/A/17765/2026 tertanggal 7 September 2026 tentang Kesiapsiagaan Kesehatan Dampak Abu Vulkanik:
– Mewajibkan masyarakat menggunakan respirator partikulat (N95/KN95/KF94/FFP2) saat beraktivitas di luar ruangan.
– Memerintahkan seluruh faskes menyiapkan stok masker N95, masker medis, kacamata pelindung, tabung oksigen, dan pulse oximeter.
– Pusat Krisis Kemenkes akan mendistribusikan bantuan masker ke 4 provinsi terdampak: Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
2. Surat Edaran Kepala Dinkes Provinsi Banten No. 400.7/3234/DINKES/2026:
– Menginstruksikan RS, Puskesmas, Labkesmas siaga 24 jam.
– Stok masker di Dinkes Banten dinyatakan aman untuk didistribusikan.
3. Edaran Dinas Pendidikan Kota Bandung (7/9/2026):
– Mewajibkan masker bagi seluruh peserta didik PAUD/SD/SMP negeri dan swasta.
– Melarang aktivitas luar kelas sementara dan meminta sekolah sediakan masker cadangan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan: lupakan masker kain tipis. Abu vulkanik mengandung silika yang bisa menembus masker biasa dan memicu silikosis, penyakit paru permanen.
Tips: jika mata kemasukan abu, jangan dikucek, bilas air bersih. Jika abu menempel di teras, siram air dulu baru bersihkan.
Sebelum keluar rumah, cek tiga hal: masker N95 sudah dipakai? Kacamata siap? Pintu jendela tertutup rapat?























Tidak ada Respon