
BALI|volixbandung.com – Persib Bandung harus puas mengakhiri turnamen pramusim Piala Presiden 2026 sebagai runner-up. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026), Maung Bandung takluk 6-7 dari Persebaya Surabaya dalam drama adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal dan babak perpanjangan waktu.
Meski gagal membawa pulang trofi, semangat juang dan karakter tim mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pelatih dan pemain.
PERSIB tertinggal lebih dulu lewat gol Ramadhan Sananta pada menit ke-20, namun berhasil menyamakan kedudukan hanya berselang empat menit melalui sepakan bek asing mereka, Patricio Matricardi. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-112 setelah kartu merah Mariano Peralta, PERSIB mampu memaksa pertandingan berlanjut hingga adu tos-tosan.
Respon Pelatih: Mental Juara Lebih Penting dari Trofi
Pelatih Igor Tolic menegaskan bahwa hasil akhir bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan timnya di turnamen ini. Juru taktik asal Kroasia itu justru menyoroti mentalitas dan proses pengembangan tim sebagai capaian positif.
“Selamat untuk Persebaya, mereka layak jadi pemenang. Tapi saya sangat bangga pada pemain saya. Kami menembus final dengan kondisi tim yang tidak utuh, mengorbitkan banyak pemain muda, dan harus kalah lewat adu penalti. Itu soal keberuntungan. Yang terpenting, saya yakin Bobotoh bisa tersenyum bangga melihat bagaimana tim ini berjuang dan identitas permainan kami untuk musim depan,” ujar Tolic tegas.
Tolic secara khusus menyebut nama-nama pemain muda seperti Nazriel Alfaro Syahdan, Rafi Rasyiq, Adzikry Fadlillah, hingga Ikhwan Ali Tanamal yang tampil berani di level tinggi, sebagai modal berharga untuk masa depan klub.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga melayangkan rasa terima kasih kepada Bobotoh yang dinilainya luar biasa. “Dukungan mereka, baik di Bandung maupun Bali, adalah sumber energi yang membuat para pemain terus berjuang hingga titik terakhir,” ucapnya.
Kini, fokus tim sepenuhnya beralih untuk persiapan yang sesungguhnya. “Tugas kami adalah bersiap sebaik mungkin untuk Super League dan play-off AFC Champions League Two. Soal motivasi dan tekad untuk menang, tak ada yang perlu diragukan dari tim ini,” pungkas Tolic.
Kapten Adam Alis: Perjalanan Ini Fondasi Berharga
Senada dengan sang pelatih, Kapten PERSIB, Adam Alis, memilih untuk melihat perjalanan timnya dari sisi positif. Gelandang bernomor punggung 18 itu mengaku tidak kecewa dan justru bangga pada perjuangan rekan-rekannya.
“Selamat buat Persebaya. Saya tidak kecewa sama sekali karena saya bangga teman-teman sudah sampai di titik ini. Dengan persiapan singkat dan materi pemain yang belum lengkap, kami bisa tampil kompetitif hingga final. Ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi musim depan,” kata Adam.
Adam menilai, pengalaman berharga ini akan menjadi bekal penting dalam membangun kekompakan tim. “Kita fokus ke depan untuk ACL dan Liga. Sampai bertemu di Liga,” pungkasnya menatap optimistis tantangan di kompetisi resmi.
Jalannya Pertandingan
Dalam laga ini, Igor Tolic menurunkan skuad terbaiknya. Persebaya unggul lebih dulu di menit 20, namun PERSIB langsung merespon empat menit kemudian lewat gol Matricardi. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, PERSIB mencoba mendongkrak serangan dengan memasukkan Dedi Kusnandar, Mariano Peralta, dan Julio Cesar. Namun hingga 90 menit, skor tetap imbang.
Drama terjadi di babak perpanjangan waktu. PERSIB harus bermain dengan 10 orang setelah Peralta menerima kartu merah usai peninjauan VAR karena pelanggaran keras. Meski tertekan dan harus memasukkan kiper kedua Fitrah Maulana untuk persiapan adu penalti, PERSIB bertahan dengan heroik.
Di babak adu penalti, kegagalan dua penendang pertama, Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa, membuat PERSIB harus merelakan trofi juara. Lima penendang lainnya berhasil, namun Persebaya lebih sempurna dengan hanya satu kegagalan. Kemenangan 7-6 memastikan Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026.























Tidak ada Respon