
JAKARTA|volixbandung.com — Sebuah kebakaran besar di tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/8/2026), memicu kemarahan warga yang menilai respons perangkat desa lamban.
Insiden ini juga memakan korban jiwa, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) meninggal dunia saat bertugas mencari sumber air.
Keluhan warga ramai diperbincangkan setelah pemilik akun Threads @fzh09 mengunggah utas yang menjadi viral. Ia mengungkapkan bahwa TPS yang terbakar itu merupakan lokasi pembuangan liar yang beroperasi di atas lahan milik negara, yang dulunya merupakan area rawa.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi
“Tempat pembuangan sampah ilegal. Tempat pembuangan puing dan lain-lain, entah dari daerah mana aja yang per harinya masuk 3 sampai 5 mobil buat buang sampah di sini,” tulisnya, dikutip Minggu (2/8/2026).
Perangkat Wilayah Diduga Minta Kabar Kebakaran Ditutupi
Lebih lanjut, pemilik akun mengklaim pihak kelurahan memintanya untuk tidak menyebarkan informasi soal kebakaran tersebut. “Saya disuruh hapus status WhatsApp dan ditelepon sama orang kelurahan. Lucu sekali, setakut itu kah mereka? Bukti semuanya sudah saya screenshot,” tulisnya.
Ia juga menyayangkan ketidakhadiran perangkat RT, RW, dan lurah saat puluhan petugas pemadam berjibaku. “Komandan pemadam pun ngomong ke saya kalo anak buahnya kehausan kenapa warga ga ada yang kasih air. Langsung saat itu juga saya beli konsumsi untuk mereka. Jangan tanya lurah, RT dan RW-nya kemana,” lanjutnya.
Beko Patungan Warga Tak Bisa Masuk Lokasi
Atas inisiatif sendiri, warga menyewa alat berat (beko) untuk membantu proses pemadaman. Namun, keterangan yang diterima dari pihak kelurahan membuat upaya tersebut sia-sia.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Rongsok Baleendah Tengah Malam
“Jawaban Lurah kalau mereka punya 2 beko hanya saja yang satu tidak bisa diangkat dari air dan satu lagi tidak ada akses untuk datang ke lokasi, jadi kalau beko datang tetap tidak bisa masuk,” jelas pemilik utas.
Laporan via JAKI Selalu Ditolak
Pemilik akun @fzh09 mengaku sudah mencoba melaporkan keberadaan TPS ilegal tersebut melalui aplikasi resmi Pemprov DKI, JAKI, namun pengaduannya selalu ditolak. Ia pun menyatakan telah mengirim pesan langsung ke Gubernur Pramono Anung dan sejumlah media, tetapi belum mendapat tanggapan.
Satu Petugas Damkar Gugur
Di tengah upaya pemadaman, Kabid Gulkarmat Jakarta Timur mengonfirmasi bahwa Kepala Regu Kelompok C Sektor Cipayung, Andriyono, meninggal dunia. Almarhum sedang menjalankan tugas mencari sumber air dan tidak berada di garis depan pemadaman api ketika mengeluhkan nyeri dada.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, menjelaskan bahwa Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung. “Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” ujarnya.
Andriyono dinyatakan meninggal pada pukul 13.30 WIB, setelah operasi pemadaman berlangsung sejak pukul 07.11 WIB dengan melibatkan 50 personel. ***






















Tidak ada Respon