Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
51

PWI Fest 2026: Ajang Adaptasi AI, Kick-Off HPN 2027 Lampung

Jelang HPN 2027 Lampung

51 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA|volixbandung.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menggelar PWI Fest 2026 pada 4–5 Desember 2026 di Jakarta. Dirancang sebagai agenda tahunan tetap organisasi, perhelatan ini ke depannya akan bergulir di berbagai kota di Indonesia.

PWI Fest 2026 hadir sebagai respons aktif terhadap perubahan lanskap industri media di tengah lompatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan platform digital. Acara ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

IMG_20260901_185242

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, menjelaskan bahwa acara ini mengusung dua misi utama, yakni penguatan kapasitas pekerja media dan kolaborasi sosial bersama masyarakat.

“Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kami juga menghadirkan UMKM Festival. PWI Fest 2026 menjadi ajang upgrade kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, sekaligus arena untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,” ujar Auri Jaya.

Adaptasi AI dan Pesta Rakyat

Rangkaian acara meliputi Workshop Jurnalisme Digital & AI yang membahas Mobile Journalism, verifikasi data (OSINT), hingga keamanan digital. Kegiatan ini menargetkan partisipasi 250 hingga 500 wartawan, editor, dan content creator.

Tidak hanya itu, PWI Fest 2026 juga dimeriahkan dengan UMKM Festival, Kompetisi E-Sports, serta Panggung Hiburan Rakyat yang melibatkan sinergi dengan pemerintah, BUMN, swasta, dan platform digital.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa pers nasional saat ini menghadapi tantangan berat akibat disrupsi digital dan AI. Ia menyebut PWI Fest 2026 sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut.

“Perkembangan AI dan ekosistem digital telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap atau sekadar menjadi penonton. Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah nyata memastikan pekerja pers memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI,” tegas Akhmad Munir.

Ia menambahkan, transformasi teknologi tidak boleh mencabut pers dari akarnya. “Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. Karena itu, PWI Fest tidak hanya didesain sebagai ruang diskusi akademik atau pelatihan redaksi, tetapi juga ruang terbuka melalui UMKM Festival dan pesta rakyat,” jelasnya.

Kegiatan ini, lanjut Munir, adalah konsolidasi nasional antara masyarakat pers, pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan platform global dalam membangun industri media Indonesia yang independen, berdaya ekonomi, serta terus bermanfaat bagi bangsa, pungkasnya.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Wartawan Bandung Tuntut Hotman Paris Diproses Hukum, Polda Jabar Janji Tindak Lanjut

Puluhan Wartawan Bandung dari berbagai kelompok kerja menggelar...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2