
SOREANG|volixbandung.com — Debut resmi Igor Tolic sebagai pelatih kepala Persib Bandung berakhir manis. Tiga poin langsung diamankan Pangeran Biru setelah menundukkan Arema FC 1-0 dalam laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (25/7/2026) malam. Namun, di balik kemenangan itu, terselip emosi mendalam yang dirasakan sang juru taktik.
Bagi Tolic, pertandingan tersebut bukan sekadar pembuka turnamen. Momen itu menandai babak baru kariernya, melangkah dari bayang-bayang asisten pelatih menuju posisi komando. Peralihan peran itu, diakuinya, memunculkan perasaan campur aduk yang sulit dielakkan.
“Cukup menyenangkan. Di ruang ganti, semua baik-baik saja. Tapi begitu berada di tepi lapangan dan menoleh ke belakang, saya masih membayangkan sosok Bojan berjalan di sana,” ujar pelatih asal Kroasia itu usai laga. “Semakin sering saya menjalani ini, saya yakin akan semakin baik.”
Sosok Hodak Selalu Membayangi
Bayangan akan Bojan Hodak memang tak mudah sirna. Sejak bergabung pada 2024, Tolic adalah tangan kanan Hodak. Bersama, mereka meramu skuad Maung Bandung yang perkasa hingga mengemas dua gelar juara beruntun. Kini, pengalaman berharga itu menjadi fondasi Tolic dalam mengemban tanggung jawab seorang kepala pelatih.
Walau kini garis pemisah membentang, hubungan personal keduanya tak berubah. Tolic tak sungkan mengaku merindukan kolega sekaligus mentornya itu. Komunikasi di antara mereka tetap mengalir intens, meski Tolic berusaha menjaga batas demi menghormati waktu istirahat Hodak.
“Ya, saya merindukannya. Kami masih kerap berbincang, tapi saya tidak ingin mengganggu. Jika dia yang menghubungi, obrolan kami selalu soal Persib dan kabar keluarganya,” ungkap Tolic.
Menariknya, interaksi itu terjadi nyaris setiap hari. Topik pembicaraan pun meluas, dari perkembangan tim hingga cerita ringan di luar lapangan hijau. Menurut Tolic, justru di sinilah letak keindahannya—Hodak bisa benar-benar rehat tanpa perlu terbebani teknis tim secara langsung.
“Hampir setiap hari kami ngobrol banyak hal. Tapi ketika obrolan mulai menjurus terlalu teknis, saya rasa lebih baik dia tidak perlu terlalu terlibat dulu. Sekarang waktunya dia menikmati momen istirahat, supaya saat kembali nanti, kondisinya sudah benar-benar segar dan bugar,” pungkas Tolic.
Debut manis ini menjadi penanda bahwa tongkat estafet kepelatihan Persib telah bertransisi dengan halus, namun kenangan dan ikatan dengan era Hodak tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan baru sang arsitek tim.






















Tidak ada Respon