Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
10

264 Pasien Diduga Keracunan MBG di Cirebon, 176 Dirawat Inap

10 dilihat
Istimewa
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

CIREBON | Volixbandung.com – Total 264 pasien tercatat dalam data rekapitulasi penanganan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Cirebon, Jawa Barat.

Dari keseluruhan pasien, 228 di antaranya merupakan anak-anak dan 36 orang dewasa.

IMG_20260901_185242

Rekap tersebut menunjukkan 176 pasien harus menjalani perawatan rawat inap, sementara 88 pasien lainnya ditangani secara rawat jalan.

Data yang diterima Tribun pada Rabu (21/10/2026) pagi itu menghimpun laporan dari delapan rumah sakit, di tengah penanganan keluhan kesehatan yang dialami para siswa usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa (20/10/2026).

Tingginya jumlah pasien yang membutuhkan layanan medis terlihat dari ramainya Instalasi Gawat Darurat (IGD) di beberapa rumah sakit di Kota Cirebon yang didatangi siswa bersama orang tua.

Berdasarkan rekapitulasi, RS Ciremai menjadi rumah sakit dengan pasien terbanyak, yakni 85 orang. Disusul RSD Gunung Jati sebanyak 71 pasien dan RS Putera Bahagia dengan 59 pasien.

Kemudian RS Medimas menangani 26 pasien, RS Cahaya Bunda 12 pasien, RS PAD 5 pasien, serta RS Pelabuhan dan RS Sumber Kasih masing-masing 3 pasien.

Dari total tersebut, tercatat 88 pasien rawat jalan dan 176 pasien rawat inap. Dalam rekap itu, tidak ada pasien yang masuk dalam kategori observasi.

Namun data tersebut belum menjelaskan secara rinci kondisi terbaru tiap pasien maupun jumlah pasien yang sudah diperbolehkan pulang. Waktu pendataan dan update terakhir rekapitulasi juga belum diketahui.

Ambulans Silih Berganti di RS Putera Bahagia

Sebelumnya, situasi di depan IGD RS Siloam Putra Bahagia Cirebon terlihat semakin padat pada Selasa (20/10/2026) malam.

Sejumlah ambulans tampak antre di tepi Jalan Ciremai Raya untuk membawa siswa yang diduga keracunan usai menyantap menu MBG ke rumah sakit lain.

Berdasarkan pantauan Tribun sekitar pukul 18.55 WIB, ambulans keluar-masuk area IGD dengan lampu rotator menyala, melintas di jalan yang dipenuhi warga dan pengendara motor

Aparat kepolisian juga tampak mengatur arus lalu lintas agar ambulans bisa melaju di tengah kepadatan.

Di saat yang sama, beberapa ambulans dari layanan kesehatan berbeda bersiap merujuk siswa yang masih membutuhkan perawatan dari RS Siloam Putra Bahagia menuju RS Ciremai dan RSD Gunung Jati Cirebon.

Banyaknya siswa yang harus dirawat membuat pasien perlu dipindahkan ke rumah sakit lain akibat terbatasnya kapasitas IGD. Ambulans pun harus menunggu giliran untuk mengangkut pasien, dengan suara sirene yang sesekali terdengar saat kendaraan mulai meninggalkan rumah sakit.

Ambulans PSC 119 Sregep tampak keluar dari area IGD dengan sirene menyala, sementara ambulans Dompet Dhuafa Jabar dan Puskesmas Keliling Cangkol juga terlihat di sekitar lokasi.

Hingga malam hari, pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap siswa yang menjalani perawatan.

Sejumlah pejabat Pemkot Cirebon dan unsur terkait juga terlihat berada di RS Siloam Putra Bahagia, di antaranya Wali Kota Cirebon, Sekretaris Daerah, Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Pendidikan.

Meski demikian, jumlah pasti siswa yang dirujuk menggunakan ambulans serta perkembangan kondisi masing-masing pasien belum diperoleh dari pantauan di lapangan.

photostudio_1780131202190
Example 120x600
IMG-20260601-WA0031