Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
17

Bansos 8 Tahun Masih Terima? DPRD Bandung: Kasih Kail, Jangan Kasih Ikan Terus!

17 dilihat
Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama/Foto:Humpro DPRD Kota Bandung
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Bansos di Bandung masih jadi PR gede. Ada warga yang udah 8 tahun langganan terima PKH, Sembako, BLT. Komisi I DPRD Kota Bandung langsung nyorot. Katanya, bansos jangan bikin warga ketergantungan. Kasih “kail”, jangan “ikan” terus.

Hal ini kebuka pas podcast YouTube “Ahmad Aja” bareng Kepala Dinas Sosial Kota Bandung dr. Yorisa Sativa, Selasa 26 Mei 2026 di Kantor Sinergi Indonesia Kota Bandung.

IMG_20260901_185242

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama langsung ngasih warning. Dia ngaku banyak laporan warga miskin yang tiba-tiba “naik kasta” ke desil kecukupan pas data di-update. Padahal di lapangan kondisinya masih berat.

Ahmad dorong Dinsos Bandung buat evaluasi rutin program pengentasan kemiskinan. Tujuannya satu: warga miskin harus mandiri, bukan nagih bansos seumur hidup.

“Ya, kita dorong Dinsos untuk melakukan evaluasi secara berkala, agar program pengentasan kemiskinan tidak menciptakan masyarakat yang ketergantungan pada bansos, namun menciptakan kemandirian ekonomi pada masyarakat,” tutur Ahmad.

Senada sama Ahmad, dr. Yorisa juga beberin fakta pahit. Anggaran APBD dan APBN sekarang cuma sanggup cover kurang dari 50% warga miskin Bandung. Masih ada 60% warga rentan yang butuh uluran tangan.

Buat ngejawab PR ini, Yorisa ngangkat slogan baru Kemensos RI: “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”. Prinsipnya simple: jangan cuma kasih ikan, tapi kasih umpan dan kail. Alias modal usaha, pelatihan, stimulus ekonomi.

“Kementerian Sosial mengeluarkan tagline baru yakni “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”. Menurut saya mengubah paradigma Bansos yang bukan hanya sekadar ‘ikan’ (bantuan langsung), namun lebih pemberian umpan dan kail (keterampilan berkelanjutan) dengan memberikan modal usaha, pelatihan, dan stimulus ekonomi, sehingga harapannya warga miskin dapat mandiri secara finansial,” kata Yorisa.

Fakta lain yang kebuka: Bandung punya potensi gede buat ngentaskan kemiskinan lewat kemitraan. Tercatat ada sekitar 90 Lembaga Kesejahteraan Sosial LKS atau kelompok donor/muzaki di Kota Bandung yang siap jadi jembatan bantuan ke warga yang layak.

Buat warga yang ngerasa datanya “salah desil”, Dinsos udah siaga. Tinggal dateng ke kelurahan bawa NIK. Petugas Kasi Kesos, operator SIKS-NG bakal cek dan usulin reaktivasi serta ground check ulang biar datanya sesuai kondisi real di lapangan.

Kesimpulan Volix: Bansos itu obat, bukan makanan pokok. Kalau 8 tahun masih minum obat yang sama, berarti sakitnya nggak sembuh-sembuh. Waktunya Bandung beralih: dari “bagi beras” ke “bagi keterampilan”.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2