Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
9

Honda Akan Jual Ulang Mitsubishi Triton Mulai 2028

9 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA | Volixbandung.com – Honda dikabarkan akan melakukan rebadge terhadap pikap Mitsubishi Triton untuk kemudian dipasarkan di Asia Tenggara dan sejumlah wilayah lain. Pikap Triton berlogo Honda tersebut rencananya diproduksi di Thailand dan mulai dijual paling cepat pada 2028.

Langkah itu disebut menjadi rebadge pertama Honda dalam kurun waktu sekitar tiga dekade, dikutip dari Nikkei Asia, Sabtu (10/10). Di luar mobil yang dikembangkan bersama General Motors, terakhir kali Honda mengambil model dari pabrikan lain terjadi pada era 1990-an, yakni SUV dari Isuzu.

IMG_20260901_185242

Upaya merancang ulang Triton ini merupakan bagian dari pembahasan kerja sama Honda, Nissan, dan Mitsubishi Motors sejak Agustus 2024. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari Honda maupun Mitsubishi Motors.

Triton tercatat terjual sekitar 130 ribu unit pada 2025. Kabinnya berdiri di atas sasis ladder frame dan dikenal tangguh untuk medan off-road.

Honda sendiri tidak memproduksi kendaraan dengan sasis ladder frame. Menurut Carscoops, pikap Honda yang ada saat ini, Ridgeline di Amerika Utara, menggunakan struktur unibody berbasis SUV Pilot.

Triton versi Honda nantinya akan diproduksi di Laem Chabang, Thailand, dan dipasarkan melalui jaringan dealer Honda.

Rebadge merupakan hal yang umum dilakukan pabrikan untuk mengisi kekosongan lini produk. Nissan dan Mitsubishi Motors pernah saling memasok model, sementara Toyota juga menjual model Suzuki dan Daihatsu dengan mereknya sendiri.

Tekanan Merek China

Nikkei menyebut Honda mengubah sikap setelah puluhan tahun berjalan sendiri. Investasi untuk teknologi terus meningkat, sementara pabrikan China semakin agresif merebut konsumen di pasar luar negeri.

Hingga beberapa tahun lalu, pabrikan Jepang menguasai sekitar 90 persen pasar Thailand dan Indonesia. Kini porsinya turun menjadi 70 sampai 80 persen seiring konsumen yang mulai beralih ke mobil listrik merek China seperti BYD.

Penjualan gabungan Honda di Thailand, Malaysia, dan Indonesia pada Januari hingga Agustus 2026 turun 20 persen secara tahunan menjadi sekitar 110 ribu unit.

Dibanding mobil penumpang, pikap lebih lambat beralih ke elektrifikasi karena membutuhkan daya angkut dan daya derek yang tinggi, sehingga persaingan dengan merek China relatif lebih ringan. Melalui rebadge, Honda ingin memperluas lini produknya sambil menekan biaya pengembangan.

Untung bagi Mitsubishi

Kerja sama ini akan membantu Mitsubishi Motors meningkatkan utilisasi pabrik. Pabriknya di Thailand berkapasitas sekitar 386 ribu unit, namun hanya memproduksi sedikit di atas 170 ribu unit pada 2025.

Takaki Nakanishi dari Nakanishi Research Institute menilai Honda dan Mitsubishi Motors “bisa saling menutupi kelemahan masing-masing.”

Selama ini, Mitsubishi Motors fokus mengembangkan kendaraan off-road dan PHEV. Honda, yang tidak memproduksi PHEV di Jepang, akan mempertimbangkan mengambil model jenis ini dari Mitsubishi.

Pembicaraan kemitraan ketiga pabrikan sempat mandek, tetapi kebangkitan merek China mendorong percepatan. Honda dan Nissan pada Agustus lalu sepakat bekerja sama di teknologi software-defined vehicle.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031