Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
10

Divonis Santet Presiden, 2 Pria di Zambia Dijatuhi 2 Tahun Penjara

10 dilihat
Istimewa
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA | Volixbandung.com – Dua orang harus menjalani hukuman di balik jeruji besi setelah dituduh berusaha menyantet presiden di negaranya.

Leonard Phiri, seorang kepala desa, bersama rekannya Jasten Mabulesse Candunde yang merupakan warga Mozambik, dijatuhi vonis dua tahun penjara disertai kerja paksa oleh pengadilan Zambia.

IMG_20260901_185242

Keduanya dinyatakan bersalah karena merencanakan praktik ilmu sihir untuk membunuh Presiden Zambia Hakainde Hichilema pada Desember 2025 lalu.

Mereka ditangkap usai seorang petugas kebersihan melaporkan mendengar suara mencurigakan. Aparat menyebut keduanya kedapatan membawa seekor bunglon hidup serta “berbagai jimat” lain, di antaranya kain merah, bubuk putih yang belum diketahui jenisnya, dan ekor hewan.

“Motif kejahatan itu adalah untuk membunuh kepala negara,” kata hakim Fine Mayambu dalam putusannya di pengadilan di Lusaka. “Para terpidana bukan hanya musuh kepala negara tetapi juga seluruh rakyat Zambia,” dikutip dari The Guardian.

Jaksa penuntut menyampaikan bahwa mereka disebut disewa oleh saudara laki-laki anggota parlemen oposisi Emmanuel “Jay Jay” Banda, yang tengah menghadapi proses hukum atas tuduhan perampokan, percobaan pembunuhan, dan melarikan diri dari tahanan.

Vonis tersebut dijatuhkan berdasarkan undang-undang peninggalan kolonial Inggris yang mengkriminalisasi praktik yang disebut sebagai sihir.

Dituding Otoriter

Meski begitu, sejumlah aktivis hak asasi manusia menilai tuduhan itu digunakan Presiden Hakainde Hichilema sebagai cara untuk membungkam para pengkritik dan pihak oposisi. Di Zambia, praktik sihir bukan hal yang asing dalam dinamika politik.

Hichilema disebut memanfaatkan pengadilan untuk menekan lawan-lawannya, menempatkan orang-orang dekatnya di komisi pemilihan dan “menulis ulang aturan konstitusional” demi kepentingannya sendiri menjelang pemilihan nasional tahun depan, kata Sishuwa Sishuwa, seorang dosen senior di Universitas Stellenbosch, dalam kolomnya untuk Mail & Guardian, surat kabar Afrika Selatan.

Human Rights Watch dalam laporan hak asasi manusia global tahunannya pada 2024 menyatakan: “Pemerintahan Presiden Hakainde Hichilema semakin menunjukkan kecenderungan ke arah otoritarianisme

Pihak berwenang melecehkan dan mengintimidasi jurnalis, aktivis muda, dan pemimpin oposisi politik karena menyatakan perbedaan pendapat atau kritik terhadap pemerintah.”

Namun, sang presiden membantah tudingan tersebut.

“Secara pribadi saya tidak percaya pada sihir, tidak pernah percaya pada sihir, sebagai individu, sebagai keluarga, sebagai seorang Kristen,” kata Hichilema kepada jurnalis Martine Dennis bulan lalu ketika ditanya tentang tuduhan tersebut di podcast Africa Here & Now miliknya.

Akan tetapi, banyak warga di Zambia berpendapat bahwa kepercayaan spiritual tradisional seharusnya tidak dikriminalisasi.

“Saya benci undang-undang kolonial yang mencoba melarang praktik yang tidak dipahaminya,” kata Gankhanani Moyo, seorang dosen warisan budaya di Universitas Zambia, kepada Associated Press.

Hakainde Hichilema mulai menjabat sebagai Presiden pada 24 Agustus 2021. Ia terpilih kembali pada Agustus 2026 dan dilantik pada 1 September 2026 untuk masa jabatan lima tahun berikutnya.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031