Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
28

Prof Reda Tekankan Soliditas Satlinmas dan Tata Kelola Desa

28 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA | Volixbandung.com – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Prof Reda Manthovani, meminta jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prof Reda pada Sabtu (3/10/2026) di Jakarta. Penguatan koordinasi dan tanggung jawab organisasi dinilai penting untuk mendukung ketertiban lingkungan, mengawal tata kelola pemerintahan desa, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai tujuan.

IMG_20260901_185242

Pesan serupa juga telah disampaikan Reda dalam rangkaian kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas, pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aslinmas Kota Bandar Lampung dan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Abpednas Kota Bandar Lampung, pada Kamis (24/9/2026). Dalam kegiatan itu, Reda menekankan agar pengurus yang baru dikukuhkan mampu menjalankan peran organisasi secara nyata, tidak sekadar memenuhi tanggung jawab administratif.

Menurut Reda, pengurus di tingkat cabang memiliki tanggung jawab untuk membangun kekompakan sekaligus mengoordinasikan penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di wilayah kerja masing-masing. Soliditas organisasi menjadi kunci agar keberadaan Satlinmas dan unsur kelembagaan desa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Untuk bisa solid dalam mengurus masalah-masalah di lingkungannya. Karena mereka kan sudah jadi pengurus DPC, berarti bertanggung jawab di lingkungannya masing-masing,” kata Reda.

Reda juga menegaskan pentingnya peran Abpednas dalam mengawal tata kelola pemerintahan desa, khususnya pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program pembangunan. Kekompakan organisasi diperlukan agar fungsi pengawasan dan pendampingan di tingkat desa berjalan optimal serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab.

“Abpednas juga sama. Jadi mereka ini supaya solid untuk bisa menjaga tata kelola keuangan desa dan program-program yang ada di desa,” ujarnya.

Selain penguatan organisasi, Reda mengungkapkan tata kelola sampah menjadi salah satu program jangka pendek yang tengah disiapkan. Dukungan berupa kendaraan telah disiapkan untuk menunjang program tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Jangka pendek itu yang tadi kan sudah disiapkan mobil, salah satunya untuk tata kelola sampah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Abpednas Aditya Yusma mengatakan kehadiran jajaran pengurus pusat di daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat semangat pengabdian anggota Satlinmas. Ia mengingatkan setiap anggota Linmas perlu mempertahankan jiwa patriotisme dan menjalankan peran sebagai pelindung masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Yang pertama Linmas harus tetap berjiwa patriot. Makanya Aslinmas itu Patriot Pelindung Masyarakat,” kata Aditya.

Di samping penguatan semangat pengabdian, Aditya menyoroti persoalan insentif Satlinmas yang masih memerlukan perhatian pemerintah daerah. Besaran insentif yang diterima anggota Linmas berbeda-beda di sejumlah wilayah, bahkan terdapat anggota yang belum memperoleh insentif atas pengabdian mereka.

Kondisi tersebut, lanjut Aditya, perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota agar kesejahteraan anggota Satlinmas tidak terabaikan.

“Harapan kami hadir ke provinsi, kota, kabupaten itu agar pemerintah kota, kabupaten, provinsi sadar dan peduli memperhatikan nasib para Satlinmas ini, pejuang, patriot pelindung masyarakat,” ujarnya.

Aditya menjelaskan, Aslinmas dan Abpednas memiliki peran strategis karena bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat serta penyelenggaraan pemerintahan desa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat dua agenda utama yang menjadi perhatian bersama, yakni gerakan pemilahan sampah oleh masyarakat dan penguatan pembangunan dari desa.

Gerakan pemilahan sampah diarahkan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto bertajuk Indonesia Asri. Agenda berikutnya adalah mendukung Asta Cita keenam Presiden Prabowo, yang menekankan pembangunan dari bawah dengan desa sebagai titik penting pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Tujuannya cuma dua. Yang pertama, gerakan pemilahan sampah oleh masyarakat mendukung program Presiden ‘Indonesia Asri’. Yang kedua, Asta Cita nomor 6 Presiden Prabowo mengenai bagaimana membangun dari bawah, dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” kata Aditya.

Melalui penguatan soliditas Satlinmas, Aslinmas, dan Abpednas, sinergi antarlembaga diharapkan semakin berkembang dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari tata kelola desa, pengelolaan sampah, hingga kesejahteraan anggota Linmas.

photostudio_1780131202190
Example 120x600
IMG-20260601-WA0031