
BANDUNG | Volixbandung.com – Polrestabes Bandung meningkatkan pengawasan ruang digital melalui patroli media sosial selama pelaksanaan Operasi Antik Lodaya yang digelar pada 7–16 Oktober 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi modus peredaran narkotika yang kini memanfaatkan platform digital sebagai sarana transaksi.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, Kompol Oliesta Ageng Wicaksana, mengatakan patroli media sosial menjadi salah satu strategi kepolisian dalam mengungkap aktivitas peredaran narkotika di wilayah Kota Bandung.
“Dalam operasi ini, kami juga melaksanakan patroli media sosial,” kata Oliesta di Bandung.
Menurutnya, media sosial kini tidak hanya digunakan untuk komunikasi, namun juga disalahgunakan sebagai sarana transaksi narkoba. Sejumlah pengungkapan kasus bahkan berawal dari informasi yang ditemukan melalui unggahan maupun interaksi masyarakat di platform digital.
“Karena itu, patroli media sosial juga kami gencarkan,” ujarnya.
Oliesta menjelaskan, Operasi Antik Lodaya 2026 menyasar berbagai pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika, mulai dari pengedar, kurir, hingga bandar. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta represif guna memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Bandung.
Ia menambahkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.
“Peran masyarakat sangat penting. Jika menemukan aktivitas mencurigakan di media sosial maupun di lingkungan, segera laporkan kepada kami,” pungkasnya.























Tidak ada Respon