Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
128

Orientasi Advokat, DPD KAI Jabar Cetak Anggota Berintegritas dan Profesional

128 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Barat menggelar Orientasi Organisasi Advokat sebagai bagian dari pembekalan bagi anggota baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Astrilia Hotel, Bandung, Sabtu (5/9/2026).

Orientasi ini menjadi momentum bagi para advokat untuk mengenal lebih jauh organisasi, sekaligus memahami nilai, etika dan tanggung jawab yang melekat dalam profesi advokat.

IMG_20260901_185242

Materi orientasi mencakup pengenalan sejarah, visi dan misi KAI, struktur kepengurusan, program kerja, kode etik, peran dan fungsi advokat, hingga hak serta kewajiban anggota.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hubungan kelembagaan antara DPD dan DPC, etika dalam menangani perkara, kerahasiaan klien, potensi konflik kepentingan, serta pentingnya menjaga independensi dan integritas dalam menjalankan profesi.

Adv. Yoshua Agung Yulianus Timothea, S.H., M.H., CM.e., CCL., CPM, menilai orientasi organisasi memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter profesional anggota sejak

Menurutnya, menjadi advokat tidak cukup hanya memiliki kemampuan hukum. Seorang advokat juga dituntut memahami kode etik, memiliki integritas, menjaga kehormatan profesi dan terus meningkatkan kompetensinya.

Orientasi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai program pengembangan profesional yang dimiliki KAI Jawa Barat, mulai dari UKDPA, PKPA, pelantikan dan penyumpahan advokat, pendidikan lanjutan, diklat, hingga berbagai kegiatan organisasi dan penguatan jejaring antaradvokat.

KAI Jabar Perkuat Program Pembinaan

Ketua DPD KAI Jawa Barat, Adv. Deny M. Ramdhany, S.H., CMe., CPCLE., CLMA., CCD, mengatakan pembinaan anggota menjadi salah satu perhatian utama organisasi.

Menurut Deny, KAI Jawa Barat tidak hanya berupaya mencetak advokat yang memiliki kompetensi hukum, tetapi juga membangun organisasi yang mampu menjadi wadah pengembangan profesi secara berkelanjutan.

Sejumlah program organisasi terus dikembangkan, di antaranya Advokat Camp, Raider Advokat, Advokat Perempuan Jawa Barat, serta LBH KAI Jawa Barat. Kegiatan pendidikan dan diklat juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas anggota.

“Kami ingin anggota tidak berhenti setelah mengikuti pendidikan atau pelantikan. Pengembangan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar profesionalisme advokat terus meningkat,” ujar Deny

11 DPC dan Hampir 900 Anggota

Dalam kesempatan tersebut, Deny menyampaikan bahwa jaringan organisasi KAI Jawa Barat saat ini telah memiliki 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Sementara jumlah anggota yang tercatat secara keseluruhan disebut mendekati 900 advokat.

Besarnya jumlah anggota tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan dan komunikasi internal.

Menurut Deny, keberadaan DPC memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi serta mendekatkan program organisasi kepada anggota di berbagai daerah.

Siapkan Layanan Digital untuk Advokat KAI

Tidak hanya mengembangkan kegiatan pendidikan dan organisasi, KAI Jawa Barat juga mulai mengarah pada penguatan layanan berbasis teknologi. Salah satu rencana yang disampaikan adalah menghadirkan “e-Lawyer Digital” bagi advokat KAI. Platform tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi digital organisasi sekaligus memberikan kemudahan bagi anggota dalam mengakses berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan profesi dan organisasi.

Pengembangan layanan digital tersebut menjadi salah satu langkah KAI Jawa Barat dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan profesionalisme advokat di era digital.

Kebersamaan Jadi Modal Organisasi

Sementara itu, Sekretaris DPD KAI Jawa Barat, Adv. Aa Jaelani, S.H., CLD., CLCT., CCLM., menekankan pentingnya pertemuan secara langsung dalam membangun hubungan antarangggota.

Menurutnya, sebagian anggota sebelumnya mengikuti proses pendidikan dan kegiatan organisasi secara daring. Karena itu, orientasi menjadi kesempatan untuk mempertemukan mereka secara langsung dan membangun komunikasi yang lebih dekat.

“Pertemuan seperti ini penting untuk membangun rasa persaudaraan dan keterikatan terhadap organisasi. Kita ingin seluruh anggota merasa menjadi bagian dari satu kesatuan di bawah KAI,” ungkapnya.

Aa Jaelani menilai, solidaritas internal menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi dinamika dan persaingan antarorganisasi advokat.

Menurutnya, persaingan tidak cukup dihadapi dengan memperbanyak anggota, tetapi harus dibarengi peningkatan kualitas organisasi, pelayanan, pembinaan serta kompetensi para advokat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kualitas dan rasa persaudaraan. Tidak ada sekat, semuanya bersama-sama dalam satu wadah,” katanya.

Bangun Advokat Berintegritas

Melalui orientasi tersebut, DPD KAI Jawa Barat menegaskan bahwa pembentukan advokat profesional harus dimulai sejak anggota mengenal organisasi, memahami kode etik dan menyadari tanggung jawab profesinya.

Profesionalisme, integritas, independensi, kompetensi serta kepatuhan terhadap kode etik menjadi fondasi penting dalam menjaga kehormatan profesi advokat

Kegiatan orientasi pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi awal bagi para advokat baru untuk terus belajar, membangun jejaring, menjaga etika profesi dan berkontribusi dalam penegakan hukum serta keadilan.

“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, meningkatkan profesionalisme dan membesarkan KAI Jawa Barat,” pungkas Deny.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031