Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
33

32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor

33 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

KABUPATEN BEKASI | Volixbandung.com – Sebanyak 32 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Barat menandatangani perjanjian kerja sama dengan 64 perusahaan dari berbagai sektor industri.

Penandatanganan yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat ini berlangsung di SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/9/2026).

IMG_20260901_185242

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat keselarasan antara sistem pembelajaran vokasi dengan kebutuhan nyata dunia kerja atau dunia usaha dan dunia industri (Dudika).

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah bidang keahlian, meliputi bisnis dan manajemen, pariwisata, teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi informasi, seni dan ekonomi kreatif, hingga otomotif.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam mengatasi keterbatasan sumber daya di sekolah.

Menurutnya, perusahaan mitra dapat berfungsi sebagai laboratorium kehidupan (living lab) yang memberikan pengalaman praktis secara langsung kepada para peserta didik.

“Keterbatasan sekolah itu hanya bisa diatasi dengan kolaborasi. Saya berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang bersedia menjadi living lab bagi anak-anak kita,” ujar Purwanto.

Lebih lanjut, ia mendorong para kepala sekolah agar terus proaktif membangun kemitraan strategis dengan perusahaan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta komunitas di lingkungan sekitarnya.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menghadirkan praktisi industri langsung ke sekolah guna memperkuat kompetensi siswa.

Dalam kesempatan yang sama, acara ini turut dirangkaikan dengan penyerahan hibah mesin dan peralatan praktik dari Kementerian Perindustrian RI melalui Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE).

Bantuan yang diserahkan berupa mesin bubut (general lathe) yang didatangkan dari Korea Selatan.

Terkait kelengkapan alat, Kadisdik Jabar menilai ketersediaan fasilitas praktik yang sesuai dengan standar industri sangat krusial dalam pendidikan vokasi. Melalui peralatan yang memadai, siswa akan lebih terbiasa dengan ritme dan standar operasional yang digunakan di dunia kerja yang sesungguhnya.

Selain peningkatan kompetensi teknis, Purwanto juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan budaya kerja sejak di bangku sekolah, seperti kebersihan dan kedisiplinan.

“Perusahaan membutuhkan orang-orang yang disiplin dan tanggung jawab,” pungkasnya.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031