
YOGYAKARTA|volixbandung.com — Jagat media sosial diramaikan oleh kasus tertangkapnya seorang pria berpakaian sipil yang diduga kuat sebagai anggota intelijen kepolisian di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Publik ramai menyoroti insiden ini setelah video detik-detik penangkapan pria tersebut oleh sejumlah mahasiswa beredar luas secara daring.
Peristiwa ini bermula pada Rabu sore (17/6/2026), selepas mahasiswa UMY menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Rombongan peserta aksi kembali ke kampus sekitar pukul 17.30 WIB. Di saat itulah, para mahasiswa mendapati seorang pria tak dikenal berada di antara mereka.
Kecurigaan muncul karena pria tersebut tidak tercatat sebagai mahasiswa. Dalam video yang viral, ia tampak dicecar pertanyaan soal identitas dan tujuannya. Mahasiswa kemudian mengamankan pria itu dan membawanya ke Gedung Rektorat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Tak lama berselang, fakta mengejutkan terungkap. Pria tersebut adalah anggota Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tengah bertugas.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda DIY, Ihsan, dalam keterangan resminya pada Kamis (18/6/2026). “Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY,” ujar Ihsan.
Ia menegaskan, keberadaan anggota intel itu merupakan bagian dari penugasan resmi. “Dan merupakan petugas yang resmi terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan di Titik Nol,” tambahnya.
Ihsan menjelaskan, tugas pemantauan itu dilakukan demi memastikan keamanan dan ketertiban selama aksi mahasiswa berlangsung. Soal kesalahpahaman di kampus, Polda DIY mengklaim semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Situasi saat ini kondusif, komunikasi pihak rektorat dan mahasiswa terjalin sangat baik. Kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik, dan anggota kami telah kembali ke Polda,” beber Ihsan.
Senada dengan pihak kepolisian, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, memastikan insiden tersebut telah berakhir damai. Ia menceritakan, kecurigaan mahasiswa wajar muncul karena adanya orang asing di area kampus.
“Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai,” ujar Zuly. Ketika seorang pria tak dikenal terlihat, mahasiswa lantas mempertanyakan identitasnya. Setelah diperiksa, terungkaplah bahwa ia adalah anggota intelijen yang sedang bertugas. Pihak kampus dan kepolisian pun langsung melakukan mediasi.
Sekitar pukul 20.00 WIB, suasana kampus dinyatakan kondusif. Polda DIY menjemput anggotanya dan memberikan klarifikasi secara langsung. “Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan. Persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka,” tukas Zuly.
Kendati telah dinyatakan selesai secara kelembagaan, kasus ini tetap memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang mempertanyakan urgensi dan batasan tugas intelijen hingga masuk ke area kampus pasca-aksi, terlebih dengan metode penyamaran di tengah mahasiswa.























Tidak ada Respon