
BANDUNG | Volixbandung.com – PR gede Disdik Jabar: beresin Anak Tidak Sekolah atau ATS, Disdik Jabar gerak bareng 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah PTMA se-Jawa Barat. Komitmen ini keluar pas Lokakarya Pemetaan ATS digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung. Kamis 4 Juni 2026.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, Jabar tercatat provinsi dengan jumlah ATS tertinggi se-Indonesia. Angkanya: 379.373 anak. Kadisdik Jabar Purwanto bilang, PTMA diajak buat 2 hal yaitu perbaikin validitas data ATS dan percepat penanganan di lapangan.
“Muhammadiyah sejak dulu terbukti mampu menyelesaikan persoalan umat dengan sumber daya yang dimilikinya. Inilah modal besar untuk menuntaskan anak tidak sekolah di Jawa Barat,” ujarnya.
Lewat program Kuliah Kerja Nyata KKN berdampak, mahasiswa PTMA bakal turun langsung. Tugasnya, verifikasi data ATS yang dirilis Kemendikdasmen di lapangan.
Hasil verifikasinya jadi dasar buat balikin anak-anak ATS ke sekolah formal atau ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM.
Targetnya berani: turun 20%
Purwanto ngasih target jelas buat kolaborasi ini:
“Saya berharap, minimal 20 persen persoalan anak tidak sekolah di Jawa Barat bisa kita selesaikan bersama PTMA,” katanya.
Selain beresin ATS, Disdik Jabar bersama PTMA juga mau nyusun pedoman KKN bersama. Berlaku se-Jawa Barat biar pengabdian mahasiswa lebih terarah dan berdampak.
Menurut Kadisdik, kolaborasi ini berpotensi dikembangkan buat bantu Pemda deteksi dan cegah stunting juga.
Lokakarya ini jadi langkah awal nguatin sinergi perguruan tinggi dan Pemda. Tujuannya satu: pastiin semua anak dapet akses pendidikan. “Bersama perguruan tinggi, kita wujudkan Jawa Barat bebas ATS,” pungkasnya.**























Tidak ada Respon