Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
33

AS Dorong Kehadiran Fisik di Pasifik Hadapi Pengaruh Tiongkok

33 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

WASHINGTON | Volixbandung.com – Amerika Serikat diminta memperkuat posisinya di kawasan Pasifik seiring meningkatnya pengaruh Tiongkok. Salah satu langkah yang disorot adalah peningkatan kehadiran diplomatik dan fisik AS di 14 negara Kepulauan Pasifik.

Saat ini AS belum menempatkan duta besar tetap di negara-negara Pasifik. Padahal persaingan geopolitik di wilayah itu semakin ketat, sebagaimana dikutip dari RNZ Pasifik, Sabtu (12/9/2026).

IMG_20260901_185242

Charles Edel, Ketua Bidang Australia di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Washington menilai AS perlu menunjukkan komitmen yang lebih konsisten.

“Selama 10 tahun terakhir perhatian AS ke kawasan ini bersifat episodik. Sekarang Tiongkok mulai aktif, AS baru menyuarakan kekhawatirannya,” kata Edel.

Bulan ini pejabat senior AS dan Tiongkok sama-sama hadir di KTT Forum Kepulauan Pasifik di Palau. Wakil Menlu AS Christopher Landau bahkan melakukan kunjungan ketiganya dalam 2 tahun terakhir. Ia mengumumkan investasi AS senilai NZ$257 juta, termasuk proyek pelabuhan US$100 juta di Penrhyn, Kepulauan Cook.

Edel menyebut reputasi AS sempat tergerus akibat kebijakan era Presiden Donald Trump, seperti pemotongan proyek energi terbarukan, penghentian program bantuan internasional, dan dampak perang terhadap Iran yang memukul negara pulau kecil.

Untuk mengimbangi Tiongkok, AS perlu hadir “secara konsisten dan di seluruh isu yang penting bagi Pasifik, bukan hanya keamanan militer,” ujar Edel. Ia juga menyorot isu kejahatan transnasional dan peredaran narkoba yang menjadi perhatian utama negara Pasifik.

Sebagian dana AS akan digunakan untuk peningkatan pengawasan udara serta pelatihan polisi dan petugas perbatasan.

Peta Persaingan Diplomasi

Delapan negara Pasifik saat ini menjalin hubungan diplomatik dengan RRC: Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Samoa, Tonga, Kiribati, dan Nauru.

Hanya tiga negara yang masih mengakui Taiwan: Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall.

Pada Juli 2026, PNG menutup kantor perwakilan Taiwan sebagai bagian dari komitmen Satu Tiongkok. Sebagai respons, Taiwan menghentikan pembelian LNG spot dari PNG senilai sekitar US$800 juta untuk 500.000 metrik ton per 6 bulan.

Di sisi investasi, Tiongkok gencar masuk lewat proyek infrastruktur. Di Port Moresby, PNG, proyek Baosen China Town senilai miliaran kina menjadi salah satu investasi swasta terbesar di Pasifik. Di Kepulauan Solomon, Stadion Nasional Honiara senilai US$53–71 juta dibangun Tiongkok sebagai hadiah untuk Pacific Games 2023.

Mantan PM Solomon, Manasseh Sogavare, pernah menegaskan Pasifik bukan “halaman belakang” negara mana pun. Ia menilai pendekatan Tiongkok lebih cepat karena langsung membawa skema pembiayaan, berbeda dengan negara Barat yang syaratnya panjang.

Namun studi Lowy Institute dan Harvard Business School menyebut Tiongkok tidak selalu menyita aset saat negara gagal bayar. Biasanya Beijing memilih memperpanjang tenor atau menurunkan bunga.

Contohnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tenor utang proyek Whoosh diperpanjang hingga 80 tahun, sehingga cicilan per tahun turun ke kisaran Rp1 triliun.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031