Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
30

Bakesbangpol Dorong Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Bandung Lewat Hal Sederhana

30 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Wawasan kebangsaan bukan sekadar memahami sejarah dan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mewujudkan nilai tersebut dalam sikap sehari-hari. Mulai dari menjaga lingkungan, bergotong royong, disiplin, hingga peduli terhadap sesama menjadi bagian dari karakter kebangsaan yang perlu ditanamkan sejak dini.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam SONATA Talkshow bertema “Menanamkan Wawasan Kebangsaan, Membentuk Karakter Generasi Muda Bandung” yang disiarkan melalui Live Streaming Radio Sonata, Selasa, 8 September 2025. Talkshow menghadirkan Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Kota Bandung, Aswin Sulaeman Utama.

IMG_20260901_185242

Aswin mengatakan, pembinaan wawasan kebangsaan perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman, terutama dalam menjangkau generasi muda.

Media sosial seperti Instagram dan TikTok menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kebangsaan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.

“Kita masuk di Instagram, TikTok, ataupun melebur dengan apa yang mereka inginkan. Kita berbicara di sisi persahabatan dengan anak-anak sendiri,” ujar Aswin.

Selain melalui media sosial, pembinaan juga dilakukan secara langsung melalui kunjungan ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Menurut Aswin, wawasan kebangsaan perlu dikenalkan melalui hal-hal yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia menuturkan, bela negara tidak selalu berkaitan dengan aktivitas militer. Sikap sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, peduli terhadap sesama, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan juga merupakan bentuk kecintaan terhadap negara.

“Bela negara itu bukan hanya militer. Contoh paling sederhana, orang yang membuang sampah sembarangan itu orang yang tidak sadar diri. Kalau kamu mencintai negara kamu, jangan kamu kotori seperti itu,” tuturnya.

Pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam pembinaan Paskibraka. Aswin menjelaskan, pembinaan Paskibraka tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris, tetapi mencakup tiga aspek utama, yakni karakter, adab, dan fisik.

Proses tersebut bahkan dimulai sejak tahap seleksi. Calon peserta terlebih dahulu melalui penyaringan di sekolah sebelum mengikuti seleksi lanjutan oleh Bakesbangpol Kota Bandung. Selain kemampuan, aspek sifat, sikap, dan akhlak turut menjadi perhatian dalam proses tersebut.

Setelah terpilih, peserta Paskibraka mendapatkan pembinaan berkelanjutan dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Bandung maupun kegiatan kewilayahan. Proses ini diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta rasa bangga sebagai bagian dari generasi muda Indonesia.

“Kebangsaan itu dapat dimulai dari bagaimana sikap peduli dengan lingkungan, mau bergotong royong dengan saudara-saudaranya, dan mau menunjukkan diri sebagai pribadi yang menjaga tanah airnya,” jelasnya.

Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh budaya dari luar, Aswin menilai generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dan menggunakannya secara bijak. Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, sehingga yang perlu diperkuat adalah kemampuan generasi muda dalam memanfaatkannya tanpa kehilangan identitas dan rasa bangga terhadap Indonesia.

Salah satu upaya Bakesbangpol Kota Bandung dalam memperkuat nilai tersebut dilakukan melalui Kemah Pancasila. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang mendorong interaksi, kekompakan, serta penanaman nilai-nilai Pancasila dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Pembinaan wawasan kebangsaan pun tidak terbatas pada pelajar atau Paskibraka. Bakesbangpol juga melakukan pendekatan kepada masyarakat umum dengan metode yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing kelompok,” ungkapnya.

Menurut Aswin, jiwa kebangsaan pada akhirnya perlu terlihat dalam perilaku sehari-hari. Rasa bangga terhadap Indonesia tidak cukup hanya ditunjukkan saat upacara atau peringatan hari besar nasional, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong, menghormati sesama, menjaga ketertiban, disiplin, dan bertanggung jawab.

Melalui berbagai program tersebut, Bakesbangpol Kota Bandung terus mendorong agar wawasan kebangsaan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi karakter dan kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.**

photostudio_1780131202190
Example 120x600
IMG-20260601-WA0031