Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
11

Bandara King Khalid Riyadh Kembali Diserang, Saudi Klaim Cegat Rudal Jelajah

11 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

ARAB SAUDI | Volixbandung.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal dalam dua hari beruntun pada akhir pekan lalu.

Insiden ini dikonfirmasi oleh otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (GACA) dan koalisi pimpinan Arab Saudi.

IMG_20260901_185242

KRONOLOGI KEJADIAN

1. Serangan Pertama – Sabtu, 10 Oktober 2026

Pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, sebuah rudal yang diklaim ditembakkan kelompok Houthi Yaman menghantam terminal penumpang Bandara King Khalid.

Otoritas penerbangan sipil Saudi mencatat dampak awal: 12 orang tewas dan 309 orang luka-luka, termasuk beberapa dalam kondisi kritis. Korban tewas terdiri dari 4 warga Saudi, 2 Bangladesh, 1 Amerika Serikat, 1 Mesir, 1 Yordania, 1 Suriah, 1 Palestina, dan 1 Sudan.

Kedutaan Besar India di Riyadh kemudian melaporkan pada Minggu bahwa seorang WNI India yang terluka dalam serangan itu meninggal, sehingga total korban tewas menjadi 13 orang. Serangan ini disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade dan menyebabkan lebih dari 600 penerbangan dibatalkan.

2. Serangan Kedua – Minggu, 11 Oktober 2026

Sehari berselang, Minggu (11/10), bandara tersebut kembali diserang.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyebut sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 dan menyebabkan kebakaran.

Pada hari yang sama, sistem pertahanan udara Saudi juga dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara.

Otoritas penerbangan sipil Saudi dalam pernyataan terpisah menyebut serangan Minggu menyebabkan 1 warga Pakistan tewas dan 11 orang lainnya luka-luka serta kerusakan material pada fasilitas bandara. Pada hari yang sama, Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga dilaporkan diserang.

KLAIM PIHAK HOUTHI

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan, termasuk serangan Sabtu. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan dilakukan sebagai respons atas kampanye udara intensif Saudi di Yaman.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengancam akan terus menargetkan bandara dan fasilitas vital lainnya di dalam wilayah kerajaan dan meminta agar peringatan mereka ditanggapi serius.

DAMPAK DAN SITUASI TERKINI

Akibat dua serangan tersebut, Bandara King Khalid ditutup hingga Senin (12/10) untuk penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan. Pemerintah Riyadh juga mengalihkan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah menjadi sistem daring.

Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktur Pelindungan WNI, Heni Hamidah, memastikan hingga 11 Oktober 2026 tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal, sementara kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi oleh KBRI Riyadh.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031