Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
photostudio_1780639657648
29

Asal Usul Jalan Turangga Bandung, Versi Volix Bandung

29 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Kalau lo lewat Jalan Turangga sekarang, vibes-nya masih kerasa Bandung lama. Area Lengkong, Turangga, Wastukencana itu dulu zona perumahan orang Eropa dan Indo-Belanda akhir 1800-an sampai 1930-an. Kota Bandung waktu itu lagi ngebut jadi “Paris van Java”, banyak villa, sekolah, sama klub.

1. Nama “Turangga” dari Bahasa Sunda Kuno
Turangga itu bahasa Sunda klasik yang artinya “kuda”. Dulu kuda merupakan simbol status, transportasi, sama militer. Di Bandung banyak nama jalan pakai istilah Sunda/kebangsawanan: Wastukencana artinya emas murni, Lengkong artinya lengkung, Turangga artinya kuda.

IMG_20260901_185242

Dugaan paling kuat, nama Turangga muncul karena di area ini dulu ada kandang kuda, stables, atau padang latihan kavaleri Hindia Belanda. Mirip kayak Jl. Kavaleri di Jakarta. Zaman kolonial, tentara KNIL butuh lahan buat latih kuda dan kereta kuda. Area Bandung Selatan yang masih kosong dan tanahnya datar kepake buat itu.

2. Masuk Peta Kota Bandung Era 1920-1930an
Jl. Turangga mulai muncul di peta kota Bandung setelah Bandung jadi gemeente/kotapraja 1906 dan pindah jadi ibu kota Provinsi Jawa Barat 1925. Pemerintah Hindia Belanda ngembangin Bandung Selatan buat perumahan kelas menengah-atas Eropa.

Ciri khas rumahnya, Indische Empire style, plafon tinggi, jendela lebar, halaman luas. Sampe sekarang beberapa rumah tua di Turangga masih ada, walau udah banyak yang berubah jadi ruko atau kosan.

3. Setelah Kemerdekaan Jadi Kawasan Padat dan Komersil
Pasca 1945, rumah-rumah besar peninggalan Belanda banyak yang ditempatin warga pribumi. Jl. Turangga nyambungin Jl. Lengkong Besar ke Jl. Buah Batu, jadi jalur pintas penting dari pusat kota ke arah selatan. Makanya sekarang rame, kulineran, kosan mahasiswa, sampai bengkel.

Sumber terpercaya buat konfirmasi lebih detail, bisa crosscheck ke 3 tempat ini:

1. Arsip Nasional RI dan ANRI Bandung. Ada koleksi peta Bandung 1924-1942. Di situ biasanya nama jalan dan fungsi lahan keliatan jelas.
2. BPCB Jawa Barat – Balai Pelestarian Cagar Budaya punya data rumah/vila cagar budaya di Jl. Turangga. Sekalian tanya sejarah penamaan jalan.
3. Buku “Bandung: Sejarah dan Perkembangannya” – Aca Sugandhi dan T. Sukardi, “Bandung Tempo Doeloe” – Ahmad Zacky – Dua buku ini paling sering bahas nama-nama jalan Bandung Selatan.
4. Wawancara sesepuh RW sekitar Turangga – Warga lama umur 70+ tahun biasanya masih inget cerita turun-temurun soal kandang kuda atau asrama militer di situ.

Jadi sementara, “Turangga artinya kuda” itu etimologi paling masuk akal dan nyambung sama pola penamaan jalan Bandung era kolonial. Tapi buat tahun pasti dan dokumen SK penamaan jalan, harus ngorek arsip fisik.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031