
BANDUNG | Volixbandung.com – Bagi generasi 90-an hingga awal 2000-an, nama Aquarius bukan sekadar toko musik. Khususnya Aquarius yang berada di kawasan Dago, Bandung.
Sebelum era streaming musik semudah sentuhan jari di ponsel seperti sekarang, Aquarius Dago adalah destinasi wajib. Tempat di mana sensasi berburu kaset dan CD idaman menjadi ritual tersendiri.
Di sinilah para pecinta musik datang untuk melihat rilisan terbaru, mendengarkan lagu lewat headphone yang disediakan, hingga berburu album yang sudah lama dicari. Rak-rak yang dipenuhi kaset dan CD menjadi pemandangan yang dirindukan.
Tidak semua yang datang harus membeli. Ada yang datang hanya untuk melihat-lihat sampul album terbaru, ada yang betah berlama-lama mendengarkan musik, dan ada pula yang pulang dengan senyum puas membawa rilisan favorit.
Kini, di tengah gempuran platform digital, Aquarius Dago meninggalkan jejak sebagai lebih dari sekadar toko. Ia adalah bagian dari memori kolektif, potongan masa muda, dan saksi bisu perjalanan selera musik sebuah generasi yang tumbuh bersama kaset, CD, dan playlist dari radio.
Bagi yang pernah menjadi bagian dari cerita itu, satu album saja cukup untuk membawa kembali semua kenangan itu.





















Tidak ada Respon