
SUMEDANG | Volixbandung.com – Garis pantai Waduk Jatigede kembali terlihat. Tanah yang biasanya tenggelam kini muncul, dan bersamaan dengan itu, deretan perahu mulai turun ke air.
Di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, surutnya air bukan pertanda buruk. Justru sebaliknya. Bagi warga, air yang menyusut berarti waduk kembali bisa dijangkau. Memancing, memasang jaring, sampai mencari hasil perairan ramai lagi seperti sedia kala.
Endan, 55, merasakannya paling dekat. Sebagai pengrajin perahu di tepian Jatigede, ia tahu persis kapan orderan akan datang: saat air mulai turun.
“Dulunya memang sepi. Sekarang mulai ramai. Kalau sudah mulai surut, biasanya aktivitas masyarakat juga mulai ramai,” kata Endan.
Dari 4 jadi 7 perahu sebulan
Musim hujan, Endan paling mentok bikin 4 perahu dalam sebulan. Tapi begitu kemarau datang dan warga kembali turun ke waduk, tangannya tak pernah berhenti. Produksinya naik jadi sekitar 7 perahu per bulan.
Satu perahu butuh waktu sekitar 1 minggu. Tergantung ukuran dan kerumitannya. Kalau lancar, dalam setahun ia bisa melepas sekitar 50 perahu ke pasaran.
Harganya pun bervariasi:
– Perahu ukuran standar: Rp4 juta – Rp5 juta
– Perahu ukuran besar: Rp7 juta – Rp12 juta
Bukan cuma bikin baru
Endan juga menerima servis. Perahu bocor, papan lapuk, atau ingin dirombak bentuknya, semua dikerjakan. “Kalau perahunya rusak, tidak selalu harus dibuang atau membuat baru. Bisa diperbaiki lagi, tergantung bagian mana yang rusak,” ujarnya.
Jangkauan pembelinya pun sudah keluar Sumedang. Beberapa kali ia dapat pesanan dari Cianjur. Modelnya menyesuaikan kebutuhan: untuk mancing, untuk jaring, atau sekadar menyeberang.
Data air ikut bicara
Normalnya, elevasi Waduk Jatigede ada di 260 MDPL. Berdasarkan data Sabtu (5/9/2026), elevasinya turun ke 242,83 MDPL. Penurunan belasan meter itu yang membuka akses warga ke tepian, dan membuka keran rezeki bagi pengrajin seperti Endan.
Bagi warga sekitar, naik-turunnya air Jatigede bukan sekadar fenomena alam. Itu penanda musim kerja. Saat air surut, perahu diluncurkan. Saat perahu diluncurkan, ekonomi bergerak.























Tidak ada Respon