Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
73

Beban Harga Pakan Ikan Kian Berat, DKP Jabar Kaji Skema Bantuan dan Dorong Maggot sebagai Alternatif

73 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG|volixbandung.com – Para pembudidaya ikan di Jawa Barat terus dihantui momok mahalnya harga pakan. Menjawab persoalan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat tengah merancang strategi dua arah, yakni mengkaji skema intervensi bantuan pakan yang ditargetkan mulai diuji coba pada 2027, sekaligus mendorong pemanfaatan maggot sebagai bahan baku alternatif yang lebih ekonomis.

Kepala DKP Jabar, Rinny Cempaka, menegaskan bahwa tingginya biaya produksi ini menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dicarikan solusi.

IMG_20260901_185242

“Urusan pakan ini juga jadi PR. Apalagi sekarang dolar juga naik, otomatis pakan ini naik terus harganya mengikuti karena kan impor,” ujar Rinny saat ditemui di sela kegiatan bazar UMKM di halaman Kantor DKP Jabar, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).

Ketergantungan pada bahan baku impor membuat harga pakan sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Kondisi ini memangkas margin keuntungan pembudidaya, lantaran kenaikan ongkos produksi tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual ikan di pasaran.

Mencari Formula Bantuan yang Tepat Sasaran

Tidak seperti sektor pertanian yang memiliki subsidi pupuk, sektor perikanan budidaya hingga kini belum memiliki skema intervensi serupa untuk kebutuhan utamanya, yaitu pakan. DKP Jabar kini berupaya merumuskan formula bantuan yang paling memungkinkan untuk diterapkan.

Rinny menekankan, kajian ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Skema yang dipilih haruslah aman secara regulasi, memiliki mekanisme pengawasan yang jelas, tidak membuka celah penyalahgunaan, serta tidak menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.

“Ini sedang kita coba kaji. Kira-kira yang paling pas bentuknya seperti apa, kemudian mekanismenya bagaimana, yang tentunya aman dan bisa dilaksanakan,” jelas Rinny.

Meskipun belum ada keputusan final, kajian ini mendapat dorongan dari DPRD. Jika formulasinya ditemukan, uji coba program intervensi bantuan pakan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2027.

Maggot: Solusi Pakan Alternatif Ramah Kantong

Di tengah proses kajian bantuan tersebut, DKP Jabar juga aktif mendorong solusi jangka pendek yang bisa langsung diterapkan oleh pembudidaya. Salah satunya adalah pemanfaatan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).

Larva ini dapat diolah menjadi tepung untuk dijadikan campuran pakan ikan. Harapannya, formulasi pakan berbasis maggot dapat menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi ikan.

Produksi Menurun, DKP Gencarkan Dukungan Sarana

Upaya menjaga keberlangsungan produksi menjadi alasan utama di balik semua langkah ini. Rinny mengungkapkan bahwa produksi budidaya ikan pada tahun ini mengalami penurunan, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi cuaca atau musim.

Untuk menopang para pembudidaya, DKP Jabar menjalankan sejumlah program, antara lain bantuan calon induk ikan dan fasilitas kolam bioflok. Selain itu, pengembangan komoditas unggulan seperti Nila Nirwana serta penyediaan benih berkualitas terus digenjot agar hasil panen pembudidaya sepadan dengan modal dan tenaga yang telah dikeluarkan.

Buka Akses Pasar: Bazar UMKM Libatkan 30 Pelaku Usaha

Persoalan di sektor perikanan tidak berhenti di hulu atau proses budidaya. Di sisi hilir, pelaku UMKM kerap kesulitan menembus pasar. Menyikapi hal ini, DKP Jabar rutin menggelar bazar sebagai wadah promosi dan penjualan produk olahan perikanan.

Dalam bazar yang digelar Jumat pagi tersebut, lebih dari 30 pelaku UMKM memeriahkan halaman kantor DKP Jabar. Tidak hanya olahan ikan, DKP juga menggandeng perangkat daerah lain seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dekranasda untuk memperkaya pilihan produk.

“Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan terus berupaya supaya secara rutin melakukan pemasaran dengan mengajak teman-teman UMKM, terutama untuk produk perikanan,” ujar Rinny.

Selain berjualan, kegiatan ini diisi dengan edukasi melalui podcast yang melibatkan pelajar dan pelaku usaha. Materi yang diberikan mencakup pentingnya mengonsumsi ikan hingga tata cara menghasilkan produk perikanan yang bermutu dan aman.

Rinny menegaskan, saat akses pasar semakin terbuka lebar, standar keamanan produk tidak boleh diabaikan. Pihaknya terus mendorong para UMKM untuk memenuhi sertifikasi dan persyaratan yang berlaku agar produk yang sampai ke tangan konsumen benar-benar layak dan aman.

Dengan strategi intervensi di hulu (pakan) dan perluasan pasar di hilir, DKP Jabar berharap ekosistem perikanan daerah bisa tetap bertahan dan tumbuh di tengah tekanan ekonomi.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031