Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
3

Usai Tabrakan Kereta Maut, Menteri Transportasi Spanyol Mundur

3 dilihat
Istimewa
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

SPANYOL | Volixbandung.com – Menteri Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan Spanyol, Óscar Puente, resmi mengundurkan diri pada Selasa, 3 November 2026. Keputusan tersebut diambil enam hari setelah kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat menewaskan sedikitnya 69 orang. Puente menyampaikan pengunduran dirinya di hadapan parlemen Madrid setelah memberikan penjelasan terkait tragedi tersebut.

Mengutip BBC, kecelakaan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, di sekitar kota kecil Urda, wilayah selatan Madrid. Insiden bermula ketika kereta milik operator negara Renfe menabrak bagian belakang kereta operator swasta Iryo yang tengah berhenti. Tabrakan tersebut mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka-luka.

IMG_20260901_185242

Puente menilai posisinya sebagai menteri tidak lagi dapat dipertahankan setelah Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta besar dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

“Seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak bisa bertahan di jabatannya setelah dua kecelakaan seberat ini dalam waktu kurang dari setahun,” kata Puente.

Pernyataan tersebut sekaligus mengacu pada kecelakaan di jalur yang sama pada Januari lalu, yang merenggut 46 korban jiwa. Selain melepaskan jabatan menteri, Puente juga membatalkan pencalonannya sebagai anggota parlemen dalam pemilu dini yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026.

“Saya tidak hanya mundur dari jabatan menteri transportasi, tetapi juga menarik nama saya dari daftar pemilu,” ujarnya.

Tekanan Politik Meningkat, PM Apresiasi Pengunduran Diri Puente

Desakan agar Puente meninggalkan jabatannya semakin menguat setelah kecelakaan tersebut terjadi. Partai Rakyat yang menjadi oposisi utama, partai sayap kanan jauh Vox, hingga sejumlah partai pendukung pemerintah turut meminta pertanggungjawaban politik dari sang menteri.

Kritik juga muncul setelah Puente sempat mengemukakan dugaan kesalahan manusia sebagai faktor penyebab kecelakaan. Pernyataan tersebut memicu tudingan dari pihak oposisi bahwa dirinya berupaya mengalihkan tanggung jawab atas insiden yang menelan puluhan korban jiwa itu.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dari Partai Sosialis turut mengakui bahwa tragedi tersebut telah merusak kepercayaan publik terhadap reputasi jaringan kereta cepat negaranya. Meski demikian, Sánchez memberikan apresiasi atas langkah Puente yang dinilai telah menghadapi situasi sulit, menyampaikan penjelasan, menawarkan solusi, hingga akhirnya memutuskan mundur.

“Karena martabat. Atas kemauan sendiri. Demi menghormati para korban,” kata Sánchez.

Kronologi Tabrakan dan Dugaan Gangguan Sistem Keselamatan

Berdasarkan kronologi perjalanan, kereta Iryo berangkat dari Stasiun Atocha, Madrid, pada pukul 07.54 dengan membawa 147 penumpang. Enam menit kemudian, kereta Renfe menyusul dengan jumlah penumpang sebanyak 397 orang.

Gangguan pada sistem perkeretaapian terjadi sekitar pukul 08.33 dan menyebabkan kereta Iryo berhenti di jalur yang sama. Namun, kereta Renfe kemudian memperoleh izin untuk melanjutkan perjalanan meskipun kereta Iryo masih dalam posisi berhenti. Kondisi tersebut berujung pada tabrakan yang terjadi pukul 08.53.

Rekaman percakapan yang bocor ke sejumlah media Spanyol memperdengarkan komunikasi antara operator pusat kendali Madrid dan masinis kereta Renfe. Dalam rekaman tersebut, operator meminta masinis tetap melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal menggunakan sistem cadangan.

Sementara itu, masinis Iryo sebelumnya telah melaporkan bahwa keretanya tidak dapat bergerak akibat terputusnya komunikasi dengan sistem kendali. Pihak Iryo kemudian menyatakan bahwa rangkaian keretanya mengalami benturan dari arah belakang.

Euronews melaporkan, Puente mengungkapkan bahwa pusat kendali Adif, lembaga pengelola infrastruktur perkeretaapian milik negara, memberikan izin kepada kereta cepat Renfe untuk tetap melaju dengan kecepatan lebih dari 160 kilometer per jam. Keputusan tersebut diambil ketika sistem keselamatan otomatis LZB dilaporkan telah berhenti berfungsi.

Puente juga menyebut pengunduran dirinya sebagai keputusan yang “baik bagi negara dan demokrasi”. Di tengah perkembangan kasus tersebut, serikat pekerja perkeretaapian turut melayangkan ancaman untuk menggelar aksi mogok kerja.

Tragedi di Urda kini tercatat sebagai salah satu kecelakaan kereta paling parah dalam sejarah Eropa modern sekaligus insiden paling mematikan di Spanyol sejak 2013. Sejumlah pengamat menilai peristiwa tersebut berpotensi memberikan tekanan politik terhadap pemerintahan koalisi pimpinan Partai Sosialis menjelang pemilu.

Hingga kini, penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung. Pemeriksaan terhadap gangguan sistem, prosedur operasional, serta keputusan pusat kendali menjadi bagian penting dalam mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan tabrakan tersebut.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2